Labels

Kamis, 01 November 2012

PASAR BANDENG


Pasar Bandeng adalah produk rekontruksi dari kebudayaan masyarakat Gresik atau wong Nggersik (istilah jawa untuk orang Gresik). Untuk menyambut lebaran idul fitri, di pasar kota Gresik dijual ikan bandeng segar yang baru dientas (diambil) dari tambak. Dari bandeng ukuran sedang hingga bandeng besar atau kawak. Khusus bandeng kawak di beri tempat khusus yaitu panggung lelang. Bandeng kawak satu ekor beratnya bisa mencapai 10 kg lebih. Dan karena di lelang maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Saat ini bukan hanya ikan bandeng yang diperjualbelikan, namun diikuti dengan jual beli barang kebutuhan lainnnya mulai baju, makanan, mainan anak-anak hingga asesoris. jadilah pasar bandeng sekarang seperti halnya sebuah pasar rakyat atau pasar murah. Setiap tahun selalu ada yang namanya lelang bandeng. yang di lelang di sini adalah bandeng dengan ukuran super jumbo yang beratnya diatas 5kg hampir menyamai dengan tubuh bayi seusia 2-3 th. Pada umumnya, petani tambak memang mempersiapkan bandeng khusus untuk dijualnya di pasar bandeng, jadi bukan asal bandeng aja, jadi ngga heran kalau setiap tahun tidak pernah sepi, selalu saja menyedot animo wong Nggersik untuk sekedar jalan-jalan saja, menyenangkan putra-putrinya atau memang bertujuan membeli bandeng. Ibu memamerkan bandeng jumbo Ada berbagai sumber yang menyebutkan asal mula Pasar Bandeng hingga kini tetap bertahan bertahun-tahun dengan berbagai konsep acara. Yang pertama dikaitkan dengan sejarah perjalanan Sunan Giri (salah satu Wali Songo) pada malam terakhir bulan Ramadan. Saat itu, Sunan Giri melanjutkan perjalanan dari Kebomas (lokasi makam sunan Giri) ke sebuah mushalla di sekitar Pasar Gresik sekarang. Pengikut Sunan Giri yang jumlahnya banyak itu kemudian membuat pasar dadakan yang konon banyak memperjualbelikan ikan Bandeng. Selain itu, ada juga yang beranggapan bahwa tradisi Pasar Bandeng memang bermula dari kebiasaan masyarakat Gresik, yang memiliki kepercayaan bahwa bandeng melambangkan prestise seseorang di dalam struktur masyarakat. Karena itu, banyak masyarakat Gresik yang gemar mengkonsumsi bandeng, terutama menjelang hari raya. semakin besar bandeng yang dikonsumsi, semakin tinggi pula prestisenya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi karena jumlah bandeng yang berukuran besar semakin berkurang karena pengaruh cuaca, kondisi air yang terkena polusi, maka lelang adalah pilihan yang tepat bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi bandeng yang besar. Ada juga yang meyakini bahwa Pasar Bandeng sudah dilakukan sejak awal kota Gresik terbentuk. Dan ada juga yang menyatakan bahwa, pesta ini adalah budaya yang dikenalkan Penjajah Belanda untuk menenangkan masyarakat pribumi Gresik dari keinginan untuk memberontak. Sumber lain mengatakan karena hampir sepertiga bagian dari wilayah Gresik merupakan daerah pesisir pantai yang memanjang di Kecamatan Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Ujungpangkah, Sidayu, Panceng. Serta Kecamatan Tambak dan Sangkapura yang berada di Pulau Bawean (dari total luas wilayah Gresik, 1,1 ribu Km2, 192 km2 adalah tambak dan kolam) maka mereka mengadakan acara ini untuk ajang promosi produk bandeng tiap kecamatan Ikan Jumbo Hingga saat ini tidak ada kejelasan awal mulai digelarnya Pasar Bandeng. Yang jelas, pasar bandeng sendiri dalam perkembangannya sudah menjadi sebuah tradisi yang dalam pelaksanaannya tidak hanya dikunjungi oleh warga Gresik tetapi juga oleh masyarakat luar Gresik seperti Madura, Lamongan, Surabaya Dan Sidoarjo bahkan turis mancanegara. Terlepas dari sejarah mana yang benar tentang asal mula pasar bandeng, tapi menurut saya dan wong Nggersik pada umumnya kegiatan ini menjadi semacam hiburan tanpa mengurangi makna bulan Ramadhan dan puasa yang dijalankan. Keuntungan pasar bandeng bagi para remaja dan orang tua. Keuntungan bagi para remaja dan orang tua, tentu banyak, diantaranya:
 1. saya bisa hemat dalam pengeluaran uang, karena serba murah ceria.
2. dengan adanya pasar bandeng ini, bisa ikut serta dalam perjualan disini, untung- untung menambah pendapatan.
3. mengenal kekayaan daerah.
4. mengenalkan tradisi pada daerah lain.
5. tidak perlu khawatir dalam mencari baju atau kebutuhan lebaran yang mendesak karena disini serba ada. 6. menjalin silaturrahmi dengan tetangga yang jarang bertemu.
7. refresing, melepaskan penat.
8.melestarikan tradisi.
9.mendukung kemandirian perekonomian masyarakat.
10. menambah pendapatan masyarakat tentunya.dll.


Di ambil dari sumber:
http://blog.ugm.ac.id/2010/11/05/tradisi-pasar-bandeng-di-kota-gresik-2/

3 komentar:

Kamis, 01 November 2012

PASAR BANDENG


Pasar Bandeng adalah produk rekontruksi dari kebudayaan masyarakat Gresik atau wong Nggersik (istilah jawa untuk orang Gresik). Untuk menyambut lebaran idul fitri, di pasar kota Gresik dijual ikan bandeng segar yang baru dientas (diambil) dari tambak. Dari bandeng ukuran sedang hingga bandeng besar atau kawak. Khusus bandeng kawak di beri tempat khusus yaitu panggung lelang. Bandeng kawak satu ekor beratnya bisa mencapai 10 kg lebih. Dan karena di lelang maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Saat ini bukan hanya ikan bandeng yang diperjualbelikan, namun diikuti dengan jual beli barang kebutuhan lainnnya mulai baju, makanan, mainan anak-anak hingga asesoris. jadilah pasar bandeng sekarang seperti halnya sebuah pasar rakyat atau pasar murah. Setiap tahun selalu ada yang namanya lelang bandeng. yang di lelang di sini adalah bandeng dengan ukuran super jumbo yang beratnya diatas 5kg hampir menyamai dengan tubuh bayi seusia 2-3 th. Pada umumnya, petani tambak memang mempersiapkan bandeng khusus untuk dijualnya di pasar bandeng, jadi bukan asal bandeng aja, jadi ngga heran kalau setiap tahun tidak pernah sepi, selalu saja menyedot animo wong Nggersik untuk sekedar jalan-jalan saja, menyenangkan putra-putrinya atau memang bertujuan membeli bandeng. Ibu memamerkan bandeng jumbo Ada berbagai sumber yang menyebutkan asal mula Pasar Bandeng hingga kini tetap bertahan bertahun-tahun dengan berbagai konsep acara. Yang pertama dikaitkan dengan sejarah perjalanan Sunan Giri (salah satu Wali Songo) pada malam terakhir bulan Ramadan. Saat itu, Sunan Giri melanjutkan perjalanan dari Kebomas (lokasi makam sunan Giri) ke sebuah mushalla di sekitar Pasar Gresik sekarang. Pengikut Sunan Giri yang jumlahnya banyak itu kemudian membuat pasar dadakan yang konon banyak memperjualbelikan ikan Bandeng. Selain itu, ada juga yang beranggapan bahwa tradisi Pasar Bandeng memang bermula dari kebiasaan masyarakat Gresik, yang memiliki kepercayaan bahwa bandeng melambangkan prestise seseorang di dalam struktur masyarakat. Karena itu, banyak masyarakat Gresik yang gemar mengkonsumsi bandeng, terutama menjelang hari raya. semakin besar bandeng yang dikonsumsi, semakin tinggi pula prestisenya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi karena jumlah bandeng yang berukuran besar semakin berkurang karena pengaruh cuaca, kondisi air yang terkena polusi, maka lelang adalah pilihan yang tepat bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi bandeng yang besar. Ada juga yang meyakini bahwa Pasar Bandeng sudah dilakukan sejak awal kota Gresik terbentuk. Dan ada juga yang menyatakan bahwa, pesta ini adalah budaya yang dikenalkan Penjajah Belanda untuk menenangkan masyarakat pribumi Gresik dari keinginan untuk memberontak. Sumber lain mengatakan karena hampir sepertiga bagian dari wilayah Gresik merupakan daerah pesisir pantai yang memanjang di Kecamatan Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Ujungpangkah, Sidayu, Panceng. Serta Kecamatan Tambak dan Sangkapura yang berada di Pulau Bawean (dari total luas wilayah Gresik, 1,1 ribu Km2, 192 km2 adalah tambak dan kolam) maka mereka mengadakan acara ini untuk ajang promosi produk bandeng tiap kecamatan Ikan Jumbo Hingga saat ini tidak ada kejelasan awal mulai digelarnya Pasar Bandeng. Yang jelas, pasar bandeng sendiri dalam perkembangannya sudah menjadi sebuah tradisi yang dalam pelaksanaannya tidak hanya dikunjungi oleh warga Gresik tetapi juga oleh masyarakat luar Gresik seperti Madura, Lamongan, Surabaya Dan Sidoarjo bahkan turis mancanegara. Terlepas dari sejarah mana yang benar tentang asal mula pasar bandeng, tapi menurut saya dan wong Nggersik pada umumnya kegiatan ini menjadi semacam hiburan tanpa mengurangi makna bulan Ramadhan dan puasa yang dijalankan. Keuntungan pasar bandeng bagi para remaja dan orang tua. Keuntungan bagi para remaja dan orang tua, tentu banyak, diantaranya:
 1. saya bisa hemat dalam pengeluaran uang, karena serba murah ceria.
2. dengan adanya pasar bandeng ini, bisa ikut serta dalam perjualan disini, untung- untung menambah pendapatan.
3. mengenal kekayaan daerah.
4. mengenalkan tradisi pada daerah lain.
5. tidak perlu khawatir dalam mencari baju atau kebutuhan lebaran yang mendesak karena disini serba ada. 6. menjalin silaturrahmi dengan tetangga yang jarang bertemu.
7. refresing, melepaskan penat.
8.melestarikan tradisi.
9.mendukung kemandirian perekonomian masyarakat.
10. menambah pendapatan masyarakat tentunya.dll.


Di ambil dari sumber:
http://blog.ugm.ac.id/2010/11/05/tradisi-pasar-bandeng-di-kota-gresik-2/

3 komentar: